Selasa, 04 Januari 2011

Lima jembatan putus

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Sedikitnya, hingga Selasa (4/1/2011) sore, lima jembatan putus akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin malam.

Kelima jembatan yang memiliki panjang bervariasi mulai 25 meter hingga 50 meter itu terpencar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kampak, Gandusari, dan Panggul.

Akibatnya, arus transportasi antardesa di dua kecamatan tersebut terganggu. Sebagian bahkan putus total dan menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat ataupun layanan pendidikan dan kesehatan praktis terhenti sama sekali lantaran tidak ada akses alternatif.

"Anak-anak SD ataupun SMP di daerah kami terpaksa libur karena tidak bisa menuju sekolah yang berada di seberang sungai. Jembatan yang selama ini menjadi andalan penyeberangan menuju wilayah selatan ambles hingga kedalaman satu meter sehingga terlalu berbahaya untuk dilewati," kata Mashuri, warga Desa Barang, Kecamatan Panggu.

Meski berbeda tempat, banjir bandang yang melanda ketiga kawasan ini terjadi hampir bersamaan. Di Kecamatan Panggul, air dari Sungai Gedangan yang meluncur dari arah Kecamatan Suruh, Dongko, dan Pule dilaporkan mulai meluap sekitar pukul 19.30.

Ketinggian dan debit air terus meningkat pesat hingga mencapai puncaknya pada pukul 22.00.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, akibat terjangan air bah yang sempat mencapai ketinggian dada orang dewasa (1 meter lebih), ribuan rumah di tujuh desa terendam.

Warga berhasil menyelamatkan diri dengan berlindung di lokasi yang aman ataupun dengan cara mencari tempat-tempat ketinggian. Namun, mereka kebanyakan tidak sempat mengevakuasi harta benda di dalam ataupun luar rumah.

"Banjirnya sangat cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan harta benda yang ada di rumah. Kami sepenuhnya hanya bisa pasrah," ujar pengusaha mebel yang mengaku kehilangan tujuh batang kayu jati senilai belasan juta rupiah.

Kondisi tidak kalah parah dialami ratusan keluarga di sekitar bantaran Sungai Tawing yang membelah Kecamatan Kampak dan Gandusari. Di daerah ini, air mulai meluap sekitar pukul 20.00 atau selang 30 menit setelah banjir serupa mulai melanda desa-desa di Kecamatan Panggul.